Menu

Disnakertransos Lakukan Survey Pengangguran di 43 desa/ kelurahan

  • Kamis, 06 Desember 2012
  • 847x Dilihat
Disnakertransos Lakukan Survey Pengangguran di 43 desa/ kelurahan
Dinas Tenaga Kerja, Trasmigrasi dan Sosisal (Disnakertransos) Kota Denpasar bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud) melakukan survey sekaligus mendata tenaga kerja yang nganggur di 43 desa/kelurahan yang tersebar di empat kecamatan. Hal tersebut disampaikan Kadisnakertransos Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., usai seminar penyusunan data base tenaga kerja di Kota Denpasar bersama Fakultas Ekonomi Unud, di alua kantor Disnakertransos setempat, Rabu (5/12) kemarin. Tampil sebagai pembicara dalam seminar tersebut DR. Murjana Yasa sebagai ketua tim. Erwin Suryadarma mengatakan, survei tenaga kerja yang dilakukan Fakultas Ekonomi Unud dari Juli hingga Desember ini di di Kota Denpasar untuk mengethaui jumlah tenaga kerja yang belum bekerja di masing-masing desa/kelurahan. “Seminar yang kami gelar ini untuk memberi masukan, saran dan tanggapan terhadap hasil survey yang telah dilakukan oleh tim dari Fakultas Enomoi selama 6 bulan ini,’’ kata Erwin Suryadarma. Pembuatan data base pencari kerja, lanjut Erwin Suryadarma, pihaknya ingin mengetahui jumlah pencari kerja di masing-masing desa/kelurahan berdasarkan nama dan alamat yang sudah dicatat. Selain itu, tingkat pendidikan, ketrampilan yang dimiliki dan keinginan masyarakat untuk bekerka disektor apa. Berdasarkan inilah akan diketahui hasil survei pencari kerja di Kota Denpasar, sehingga disusn sebuah buku tentang data base ketenagakerjaan di Kota Denpasar. Sebab, selama ini jumlah pencari kerja tidak diketahui secara pasti. Namun yang tercatat di kantor Disnakertransos adalah yang mencari kartu kuning saja. “Program ini sangat penting bagi kami untuk membuat program community collage,’’ terang mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar ini. Erwin Suryadarma menambahkan, dengan adanya data base pencari kerja di Disnakertransos Kota Denpasar maka memudahkan melakukan kegiatan. Erutama menggelar pelatihan terhadap potensi pencari kerja yang ada di masing-masing desa/kelurahan. Apalagi, pencari kerja di Kota Denpasar cukup banyak dan antusias masyarakat mencari pekerjaan terlihat setiap pelaksanaan job fair yang digelar di taman Kota Lumintang, Denpasar Utara, belum lama ini.Di samping itu, keinginan pencari kerja disektor informal maupun noninformal, sehingga bisa dilakukan pelatihan sesuai dengan keinginan percari kerja itu sendiri. “Kita melihat keahlian pencari kerja di masing-masing desa/kelurahan, sehingga bisa didik dan dilatih untuk meningkatkan kemapuannya sebelum terjun bekerja maupun membuka usaha,’’ paparnya. (erwin suryadarma)