CALON TKI DIMINTA WASPADAI PPTKIS ILEGAL
Makin banyaknya minat tenaga kerja Indonesia (TKI) bekerja ke luar negeri,memunculkan banyak perusahaan penyalur tenaga kerja. Sayangnya, tidak semua jasa penyalur tenaga kerja tersebut yang teregistrasi di Dinas Tenaga Kerja. Karena itu, calon TKI yang ingin mengadu nasib ke luar negeri untuk bekerja, diminta untuk mewaspadai lembaga penyalur tenaga kerja ilegal atau pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS).Kepala Dinas Tenaga Kerja, Tramsmigrasi dan Sosial Denpasar I Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si. yang ditemui di Kesiman Kertalangu, Rabu (9/3) kemarin mengatakan minat tenaga kerja di Denpasar untuk bekerja ke luar negeri semakin meningkat. Karena itu, pihaknya meminta kepada calon TKI agar lebih berhati-hati untuk memilih lembaga penyalur tenaga kerja yang ada. Dikatakan, banyaknya minat TKI untuk bekerja ke luar negeri, sering kali disalahgunakan oleh orang yang tidak bertangungjawab. Salah satunya, yakni munculnya jasa penyalur tenaga kerja yang illegal. Penyalur seperti ini, sering kali mengabaikan ketentuan yang ada, sehingga rawan akan terjadi penipuan. Misalnya saja, kata Erwin, banyak calon tenaga kerja yang tidak berangkat,padahal sudah menyetor sejumlah dana. Bukan hanya itu, penyalur tenaga kerja yang tidak terdaftar di instansi pemerintah, akan sulit melakukan pemantauan dan tidak jelasnya lembaga penerima di daerah tujuan. Erwin mengatakan sampai saat ini di Denpasar tercatat 23 perusahaan pengirim tenaga kerja yang resmi. Lembaga ini sudah tercatat di Dinas Tenaga Kerja dan sudah melakukan pengiriman tenaga kerja ke berbagai Negara tujuan. Bidang yang ditanganipun juga beragam. ‘’Memang pengiriman tenaga kerja Indonesia disesuaikan dengan permintaan yang ada,’’ kata mantan Kabag Humas Pemkot Denpasar ini .Dikatakan, dari jumlah itu, 4 perusahaan merupakan kantor pusat di Denpasar. Sedangkan 19 perusahaan lainnya merupakan kantor cabang yang pusatnya berada di luar Denpasar. ‘’Karena banyaknya pengaduan, maka calon TKI harus waspada dengan keberadaan perusahaan jasa pengiriman tenaga kerja yang tidak terdaftar,’’ harapnya.Untuk peluang,kata Erwin, sementara ini memang yang terbanyak digemari adalah kapal pesiar. Namun, sektor lain sejatinya masih cukup banyak membutuhkan tenaga kerja. Seperti yang ada di Selandia Baru (Australia) juga membuka peluang untuk tenaga bidang pertanian. ‘’Kami sudah melakukan beberapa MoU dengan para penyalur tenaga kerja ini untuk membantu mengirimkan tenaga kerja kenegara tujuan,’’ jelas Erwin.