Berbagai cara dilakukan Pemkot melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Denpasar guna menangani 'semburan' para gelandangan dan pengemis (gepeng) yang datang dari daerah lain. Selain penertiban rutin, kini pihaknya juga menebar sejumlah baliho anti gepeng. Setidaknya ada lima baliho yang dipasang di lima titik kawasan publik di Denpasar. “Pemasangan baliho ini sebagai bentuk himbauan ke masyarakat agar tidak membiasakan memberi pengemis uang, karena dengan memberi uang itu akan membuat mereka malas untuk bekerja,” kata Kadisonaker Kota Denpasar Made Erwin Suryadharma Sena, Senin (10/11). Selain itu dengan tidak memberikan gepeng uang kata dia akan membuat yang bersangkutan mau berusaha dan bekerja layaknya orang lain. Penyebaran baliho ini juga diikuti dengan penyebaran sejumlah stiker yang disebar di pasar-pasar tradisional, kantor-kantor desa dan tempat-tempat publik lainnya. Selama ini meski sudah pernah ditangkap bahkan sampai harus dikirim ke daerah asalnya seperti Karangasem dan luar Bali, namun para gepeng ini tetap nekat kembali melanjutkan kegiatannya untuk mengemis. “Kita juga sering memberikan pembinaan seperti keagamaan, mental dan spiritual, tapi mereka tetap saja kembali mengemis,”aku mantan jubir Walikota Denpasar ini. Celakanya, selama ini para pengemis masih menggunakan anak-anak usia sekolah untuk ikut mengemis. Padahal kata dia, dinas juga memfasilitasi jika anak-anak ini ingin melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Semetara itu baliho ukuran 4 x 6 meter yang kemarin ditebar ada di lima titik strategis sebagai tempat mangkalnya para gepeng ini. Seperti Terminal Ubung, Perempatan Jalan Mahendradatta, Persimpangan Tohpati, Pasar Badung, serta di perbatasan Badung – Denpasar (Jl. Imam Bonjol). Menurut Erwin pemasangan baliho anti gepeng ini menyusul telah dilaksanakannya Bimbingan dan Motivasi Sosial Pencegahan Tuna Sosial (Gepeng) yang diselenggarakan di desa/kelurahan. “Kami lengkapi juga dengan surat izin pemasangan baliho ini ke pihak desa atau kelurahan selaku penguasa wilayah,”ujarnya. Erwin mengaku tahun 20 14 ini pihaknya terus melaksanakan penertiban gepeng dengan tidak memberikan ruang kepada mereka. "Kami tidak melakukan penindakan tapi lebih banyak pembinaan karena mereka itu orang yang) mengalami masalah sosial yang perlu mendapat motivasi sosial ,”katanya.
06 Desember 2025