PENYULUHAN TRANSMIGRASI SE-KOTA DENPASAR
Penyuluhan Transmigrasi dibuka pada hari Rabu, 14 April 2010 oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar Bapak A. A. Gde Oka Badra, SH yang bertempat di Hotel Wito Jl. Kepundung Denpasar.
Peserta penyuluhan berasal dari masing – masing desa / kelurahan di empat Kecamatan se-Kota Denpasar yakni Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar Utara, Denpasar Selatan dan Denpasar Timur yang semua terdiri dari Kaur Kesra dan fakir miskin.
Dijelaskan pula dalam laporan ketua panitia bahwa acara ini dibebankan pada anggaran APBD tahun 2010. Dimana penyuluhan dilaksanakan selama dua hari yang setiap harinya diikuti oleh peserta dari dua kecamatan. Dan yang berkesempatan untuk mengikuti acara pembukaan yakni peserta dari Kecamatan Denpasar Barat dan Kecamatan Denpasar Selatan.
Dalam sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar, beliau mengharapkan agar peserta penyuluhan nantinya dapat memberikan informasi yang benar mengenai transmigrasi, baik untuk keluarga maupun masyarakat yang ada dilingkungannya mengingat semakin banyak atau padatnya penduduk di Kota Denpasar namun minimnya lapangan pekerjaan. Dan beliau juga menghimbau bagi peserta yang tertarik untuk bertransmigrasi agar memperhatikan benar apa yang dijelaskan oleh narasumber agar nantinya tidak terjadi salah persepsi dan ketidaksiapan mental serta keahlian yang diperlukan dalam bertransmigrasi.
Adapun narasumber / penyuluh pada kesempatan ini adalah :
• A. A. Gde Oka Badra, SH
• Nyoman Walia
• I Gusti Ketut Rai Mataram
Dalam penjelasan, narasumber menerangkan bahwa yang dimaksud dengan transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan dan menetap di WPT (Wilayah Pengembangan Transmigrasi) atau LPT ( Lokasi Pemukiman Transmigrasi ).
Adapun jenis transmigrasi terdiri atas :
1. TU ( Tansmigrasi Umum ) diselenggarakan oleh Pemerintah
2. TSB ( Transmigrasi Swakarsa Bantuan ) dilaksanakan oleh Pemerintah bekerjasama dengan Badan Usaha
3. TSM ( Transmigrasi Swakarsa Mansiri ) dilaksanakan oleh masyarakat yang bersangkutan secara perorangan atau kelompok, baik bekerjasama maupun tidak bekerjasama dengan Badan Usaha atau arahan, layanan, dan bantuan Pemerintah.
Provinsi Bali secara umum kepadatan penduduknya sudah relatif tinggi. Namun dengan adanya Pariwisata Bali sangat menarik bagi penduduk pendatang dari luar untuk mengadu nasib, tetapi karena terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu seperti Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar maka dapat memberikan dampak negative yang amat berat seperti :
1. Munculnya pemukiman-pemukiman yang kumuh yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
2. Membanjirnya jumlah migran yang datang dengan ketrampilan yang apa adanya, dan makin mempersempitnya peluang-peluang berusaha yang tersedia mengakibatkan terjadinya gejolak sosial di masyarakat, pengangguran dan berpeluang munculnya keresaha-keresahan sosial.
3. Sebagian besar penduduk Bali masih hidup di sector pertanian, sedangkan lahan yang tersedia semakin sempit dengan adanya perubahan peruntukan lahan pertanian ke sector non pertanian sehingga yang hidup disektor pertanian banyak yang beralih menjadi buruh dan bekerja disektor lain.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengarahkan Mobilitas Penduduk melalui Program Transmigrasi.