Perangi Narkoba Dan Aids Karang Taruna Denpasar Pasang Baliho Besar di Empat Titik
Denpasar-Guna memerangi narkoba dan HIV/AIDS, Karang Taruna Denpasar se Kota Denpasar memasang empat baliho besar di empat titik perempatan jalan untuk menghimbau kepada generasi muda menjauh barang mematikan tersebut. Ketua Karang Taruna Peduli Aids Kota Denpasar , I Ketut Ngurah Aryawan, di sela-sela pemasangan baliho imbauan tidak memakai narkoba dan menjauhi HIV/AID, Minggu (21/10) kemarin, mengatakan, baliho ukuran raksasa tersebut dipasang di perempatan Jl. Lumintang -Jl. WR. Supratman Denpasar Timur-Jl. Perempatan Sanur depan Hotel Paradise sanur, Denpasar Selatan , perempatan Jl. Imam Bonjol Denpasar Barat. Menurut Ngurah Aryawan, gerakan pemasangan baliho ini dilakukan untuk mengajak sekaligus menyadarkan generasi muda di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya agar menjauhi dan tidak menkosumsi narkoba. Karena banyak dikalangan kawula muda sebegai generasi penerus bangsa menjadi korban keganasan barang laknat tersebut. “Kami khawatir generasi muda yang kecanduan narkoba akan berdampak pada generasi penerus bangsa. Apalagi, generasi muda menjadi tulang punggung dan harapan masa depan bangsa,’’kata Ngurah Aryawan. Ngurah Aryawan mengaku, apa yang dilakukan ini sebagai bentuk rasa keprihatinannya melihat fenomena banyaknya anak-anak muda yang menkonsumsi narkoba dan terinfeksi HIV/AIDS. Kalau tidak ditanggunlangi bersama-sama dari sekarang, maka generasi muda Denpasar khususnya dan Bali akan kehilangan jati dirinya. Mengingat apa yang dilakukan anak-anak muda sekarang ini dianggap biasa dan wajar. Namun, di balik itu akan membawa malapetaka yang luar bisa dan dapat memutus generasi penerus bangsa. “Apa yang kami lakukan ini karena melihat generasi muda penerus bangsa kita sudah banyak kecanduan narkoba maupun terivensi penyakit HIV./AIDS,’’ ujar Ngurah Aryawan.Ngurah Aryawan menambahkan, pihaknya selain memasang baliho imbauan kepada generasi muda tidak menkonsumsi narkoba dan menjahuhi penyakit HIV/AIDS juga akan melaksanakan penyuluhan mulai tanggal 9 Nopember sampai 30 nopember 2012 di karaoke, ke panti pijat (massage) yang ada di Denpasar, penyuluhan HIV/AIDS ke Jl. Danau Tempe, Jl. Danau Poso, Sanur dan Jl. Bung Tomo. Pasalnya, penyebaran penyakit HIV/AIDS tersebut diduga berawal dari tempat-tempat pelacuran yang ada di Kota Denpasar.“Kami meminta kepada masyarakat maupun generasi muda agar menjauhi barang mematikan tersebut maupun penyakit HIV/AISD,’’ pinta Pemuda yang Masih Lajang ini Di tempat terpisah, Kadis Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan Karang Taruna Denpasar dengan memasang baliho untuk memerangi pemakaian narkoba dan menjauhi penyakit HIV/AIDS. Apa yang dilakukan Karang Taruna ini merupakan kepeduliannya terhadap masalah yang dihadapi generasi muda saat ini. Erwin Suryadarma mengungkapkan, generasi muda khususnya di Denpasar cukup banyak yang terkontamanisasi narkoba dan HIV/AIDS. Karena generasi muda yang menjadi tulang punggung bangsa diharapkan sebagai penerus pembangunan. Jika ini dibiarkan tanpa ada pergerakan untuk memutus mata rantai pemakaian narkoba maka akan terjadi lose generation. “Kami harapkan apa yang dilakukan Karang Taruna Denpasar dapat diikuti generasi muda lainnya untuk ikut bersama-sama memerangi pemakaian narkoba maupun penyakit HIV/AIDS di Kota Denpasar,’’ kata Erwin Suryadarma. Erwin Suryadarma mengungkapkan, memerangi pemakaian narkoba atau penyakit HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, namun gerakan itu harus dilakukan bersama-sama, sehingga tidak bisa tumbuh subur di masyarakat. Apalagi, generasi muda kita sekarang ini cepat kena pengaruh barang yang mematikan ini. Oleh karena itu, kampanye melalui baliho, penyuluhan di kantong-kantong penyebaran penyakit HIV/AIDS perlu dikaukan secara kontinyu.“Kami minta kawulan muda menjauhi barang mematikan itu agar regenerasi penerus bangsa tidak terputus di tengah jalan,’’ harap mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar ini.