Menu

Pijat Tuna Netra di Denfes Laris Manis Omset mencapai Rp.2.700.000

  • Minggu, 01 Januari 2012
  • 6645x Dilihat
Denpasar Festival yang merupakan pesta akbar akhir tahun besutan Pemerintah Kota Denpasar membawa berkah bagi tukang pijat tuna netra. Pasalnya selama empat hari berlangsung acara yang bertilte Ranah bertabur kreasi ,Stand Pijat yang berlokasi disisi utara patung catur muka kebanjiran order, malahan sampai menolak karena sudah batas waktu dan harus istirahat .Berdasar laporanan sebanyak 108 0rang pengunjung datang untuk massage dengan nilai transaksi Rp.2.700.000,- .Kadis Tenaga Kerja,Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena yang ditemui diacara penutupan Denfes sabtu (31/12 ) malam tidak menyangka begitu banyak pengunjung yang ingin pijat dimana rata rata setiap hari sebanyak 27 orang dipijat dengan tenaga 3 orang yakni dua laki dan satu wanita “Untuk tahun depan kami akan perbanyak tempat pijatnya .kalau sekarang hanya dua tempat saja ,nanti kita akan tambah lagi dua menjadi empat dengan tempat yang lebih luas”Ungkap Erwin. Kabid Rehabilitasi Sosial Nakertransos Kota Denpasar I Ketut Likub menambahkan tukang pijat yang nota bena mereka tidak melihat maka dilakukan antar jemput dan juga diberikan makan sebanyak dua kali sedangkan hasil pijatnya menjadi hak mereka tanpa dipotong sepeserpun sesuai jumlah orang yang pijat .Adapun jenis massage /pijat seperti refpleksi,siatshu,akupresour dan massage sport ,setiap hari ditugaskan 3 orang atau sebanyak 12 orang selama Denfes .Salah seorang tukang pijat tuna netra Wayan Widnyana (52 ) yang tinggal dijalan Batanghari VI A/3 yang mendapat tugas tanggal 31 desember mengaku pada malam penutupan banyak yang mau pijat tapi tidak bisa dilayani karena sudah kelelahan dimana buka sekitar jam 11.00 wita –jam 21.00 wita sudah memijat sebanyak 9 orang dengan harga Rp.25.000/30 menit sehingga sehari sudah dapat mengantongi uang sebanyak Rp225.000,-. Pria yang sudah punya 3 anak dan 3 cucu tersebut mengaku disini lebih banyak dapat ditimbang ditempat prakteknya dirumah sendiri rata-rata 3-4 orang . Oleh karena pria asal Panjer tersebut mohon kepada Pemerintah agar diberikan kesempatan ikut dalam acara Denfes lagi .Hal senada juga diungkapkan oleh Komang Soma (45) asal Br.Tenten yang sudah sejak umur 20 tahun memijat mengaku senang diberikan tempat untuk mijat diacara Denfes karena dipakai kesempatan untuk promosi “ Sukseme tiang sampun diberikan tempat mijat dan banyak yang menanyakan alamat rumah dan HPnya.Karena mereka ingin pijat lagi mungkin karena sedang dengan pijatan saya “ungkapnya dengan nada sumringah .Ketika ditanya pijat apa yang paling banyak diminati. Menurutnya pijat yang paling banyak pesanannya adalah pijat refleksi karena pijat tersebut untuk penyembuhan .

Berita Terpopuler

Maklumat pelayanan
Maklumat pelayanan