Menu

RAMAIKAN DENFEST PERTUNI GELAR BAZAR PIJAT

  • Senin, 26 Desember 2011
  • 1234x Dilihat
Denpasar- Dalam rangka Denpasar Fesvifal yang akan di gelar mulai tanggal 28- 31 desember yang akan datang nampaknya para penyandang cacat tidak mau ketinggalan .Dalam Perhelatan akbar akhir tahun tersebut para penyandang cacat yang tergabung dalam Persatuan Tuna Netra (Pertuni )Kota Denpasar dan Perhimpunan Wanita penyandang Cacat ( HWPCI ) akan menunjukkan kebolehannya dimana para tuna netra akan demo mengetik computer dengan huruf braille,service HP dan HWPCI akan demo membuat kue. Demikian disampaikan Kadis Tenaga Kerja ,Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos ) Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena senin ( 26/12 ) kemarin .Disamping demo membuat kue dan mengetik dengan kumputer dengan huruf braille juga dalam rangka penggalian dana Pertuni akan menggelar Bazar Pijat bagi para pengunjung yang datang ke Denpasar Festival “ Penyandang cacat untuk pertama kalinya ikut di acara Denfest ini agar masyarakat luas mengetahui bahwa para penyandang cacat juga memiliki kemampuan yang sama dengan dengan orang normal “ Ungkap Erwin. Khusus untuk pijat kata mantan Kabag Humas dan Protokol yang didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial Ketut Likub,ini mengaku sudah mempersiapkan tempat yang representative agar mereka nyaman. Karena ini dalam rangka penggalian dana tentu setiap orang yang pijat akan dikenakan biaya yang harganya wajar atau Rp.25 ribu per 30 menit dengan jenis pijat dari tradisional sampai modern seperti refleksi,akupresour,siatshu dan pijat kesehatan. Walaupun mereka tidak melihat kata Erwin para tuna netra mempunyai kemampuan untuk membaca dan mengetik SMS pada Hand Phonenya bila ada yang menghubungi dan juga mempunyai kemampuan untuk mengetik dikomputer. Sementara itu Ketua Pertuni Kota Denpasar Made Kandra mengungkapkan acara Denpasar Festival tersebut merupakan kesempatan baik bagi para penyandang cacat untuk menunjukkan eksistensi pada masyarakat bahwa para penyandang cacat mempunyai kemampuan sama dengan orang normal sehingga tidak dipandang sebelah mata “Kami ingin mendukung visi Walikota Denpasar Kota Kreatif berbasis budaya unggulan. Disamping kemampuan kemijat kami ingin menampilkan kreativitas Pertuni dalam bidang seni budaya dan Iptek “ungkapnya dengan nada semangat. Dia Mengklaim jumlah anggotanya berjumlah sekitar 80 orang dimana sebagian besar penghasilannya hidup dari kegiatan memijat di hotel hotel maupun kerumah rumah. Disamping itu juga berjualan kue. Dari usaha tersebut dia mengaku cukup untuk membiayai kebutuhan keluarga untuk makan dan sewa rumah.Terus siapa punya ide buat bazar? Menurut Kandra bazaar tersebut merupakan ide dari teman teman dalam rangka penggalian dana untuk kegiatan Pertuni seperti Tirtayatra,pesantian dan kesenian.

Berita Terpopuler

Maklumat pelayanan
Maklumat pelayanan