SURABAYA INTIP SANTUNAN KEMATIAN PEMKOT DENPASAR
Sebanyak 14 Orang anggota DPRD Kota Surabaya dari Komisi 1 berkunjung ke Dinas Tenaga Kerja,Transmigrasi dan Sosial Kota Denpasar Kaamis ( 21/4 ) kemarin. Kedatangan rombongan DPRD Surabaya langsung disambut oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja,Transmigrasi dan Sosial Made Erwin Suryadarma Sena,SE.M.Si diruangan kerjanya. Kunjungan tersebut dalam rangka study banding tentang program santunan kematian yang telah dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar dibawah duet Kepemimpinan Rai Mantra dan Jaya Negara. Menurut Ketua rombongan Alfan Kusaeri mengaku salut atas ide cerdas Walikota untuk meringankan beban masyarakat khususnya mereka yang mengalami duka kematian. "apa yang menjadi program Pemkot Denpasar perlu kita tiru karna manfaatnya langsung dirasakan warga dengan diberikan uang tunai tanpa proses yang berbelit-belit." Ujar politisi PKS ini setelah mendapat penjelasan. ditambahkannyadalam waktu dekat dewan akan segera memuat regulasinya atau payung hukum dan ini merupakan hak inisiatif dewan. Dikatakannya untuk Pemkot surabaya tidak ada masalah "dari segi anggarannya sangat memungkinkan apalagi APBD Kota Surabaya sudah mencapai 5 Treliun lebih. Dibandingkan APBD Denpasar masih dibawah 1 Treliun bisa terlaksana ungkapnya dengan nada optimis sementara itu Erwin suryadharma mengaku program tersebut merupakan salah satu dari 33 program walikota dan wakilnya.Santunan kematian tersebut dimulai tahun 2010 dengan alokasi anggaran sebesar 1,5 Miliar dengan realisasi sebesar 1,375 Miliar. Untuk tahun ini kembali dianggarkan 1,5Miliar dan perhari ini saja sudah cair sebesar 544 Juta "respon masyarakat terhadap program ini sangat positif karna birikrasinya sangant mudah dan cepat untuk mendapatkan uang tunai 1 juta" ungkap mantan kabag tata pemerintahan ini. Ketika ditanya kendalanya. Erwin mengaku sevara prinsip tidak ada namun begitu tetap dilakukan evaluasi bagaimana warga mendapatkan santunan mudah dan cepat demikian pula administrasinya dipercepat asal tidak melanggar aturan. Trus bagaimana masalah dananya apakah 1,5 Miliar tidak kurang. Erwin mengaku tidak ada masalah karna bila kurang akan ditambah karna ini merupakan komitmen Walikota. Erwin mengakui sudah banyak daerah yang melakukan study banding masalah ini ke Pemkot Denpasar seperti Pekan
Baru dan Batam.