Menu

UTSAWA DHARMA GITA PENYANDANG CACAT SE-BALI DIBUKA

  • Jumat, 17 Februari 2012
  • 1294x Dilihat
Utsawa Dharma Gita (UDG) penyandang cacat Se-Bali yang digelar Pemerintah Kota Denpasar dalam menyambut Hut XX Kota Denpasar, merupakan kegiatan yang melibatkan serta memberikan ruang kreatifitas penyandang cacat dalam pembangunan. Demikian disampaikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka UDG, Kamis (16/2) ditandai dengan pemukulan kemong bertempat di Kalangan Ayodya Taman Budaya Denpasar. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Made Mudra, Kadis Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Denpasar Made Erwin Surya Darma Sena, Wakil Ketua TP PKK Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, serta Ketua Dharmawanita Persatuan Denpasar Ny. Kerti Rai Iswara. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga meminta maaf kepada para peserta karena kehadirannya menggunakan pakaian tugas lapangan, karena usai mengunjungi proyek bedah rumah dipenamparan. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan dalam kekurangan yang dimiliki penyandang cacat, namun mereka memiliki suatu bakat dalam hal UDG. Hal ini perlu diberikan apresiasi memberikan tempat dan ruang untuk menyalurkan bakat dalam UDG. “keterbatasan bukan menjadi alasan bagi mereka untuk selalu berkreatifitas baik dalam bidang seni maupun dalam bidang lainnya,” ujar Rai Mantra. Dalam perlombaan ini Rai Mantra juga mengharapkan kepada para peserta agar tidak semata-mata mengejar juara, namun juga ajaran-ajaran Dharma yang tertuang dalam UDG ini mampu dijadikan pembelajaran dalam mejalani kehidupan sehari-hari. Karena setiap tahunnya para peserta mengalami peningkatan, Rai Mantra juga mengharapkan lomba ini dapat terus dilaksankan. Sementara Ketua Panitia Ketut Masir mengatakan kegiatan yang dilaksanakan kali ini untuk yang ketujuh kalinya, dalam rangka menyambut Hut Kota Denpasar. Disamping itu kegiatan ini juga sebagai wujud nyata dalam mengajegkan seni budaya khususnya UDG yang akhir-akhir ini sudah sedikit ditinggalkan oleh masyarakat khususnya generasi muda. “kami dari penyandang cacat mengajak masyarakat normal untuk kembali mencintai UDG yang didalamnya terkandung ajaran dharma serta dapat dijadikan sebagai tuntunan dalam menjalani kehidupan,” ujar Masir. Kegiatan ini juga dalam mendukung Denpasar sebagai kota berwawasan budaya, melalui perlombaan UDG. Menurut Masir penyandang cacat sangat bangga dan senang mendapatkan perhataian dari Pemerintah Kota, sehingga dapat melaksanakan perlombaan UDG Se-Bali yang memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar. ‘Walikota Denpasar sangat konsen terhadap kesenian di Kota Denpasar serta membantu kami agar dapat melaksanakan kegiatan seperti sekarang ini,” ujar Masir. Kadis Nakertransos Kota Denpasar Made Erwin Surya Dharma Sena ditemui usai pembukaan mengatakan UDG tahun ini diikuti 54 peserta yang dibagi menjadi dua kategori yakni senior dan junior. Para peserta yang mengikuti perlombaan dari 8 Kabupaten/Kota Se-bali yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, dan untuk tahun ini memperebutkan piala bergilir Walikota Denpasar serta uang pembinaan. Disamping itu Pemkot Denpasar menurut Erwin tidak saja memberikan ruang kepada mereka dalam lomba UDG, juga memberikan mereka perhatian kepada para peserta lomba dari luar daerah yang tadinya menginap di UPTD Dinas Sosial Propinsi Bali, untuk tahun ini mereka diberikan tempat menginap di hotel kawasan Kota Denpasar.

Berita Terpopuler

Maklumat pelayanan
Maklumat pelayanan