Menu

WALIKOTA DENPASAR BUKA UTSAWA DHARMA GITA KE 9

  • Jumat, 13 Februari 2015
  • 2234x Dilihat

Utsawa Dharma Gita pada hakekatnya mengandung makna pahala atau melantunkan nyanyian suci yang bersumber dari  sastra Agama Hindu dengan intisari menuju kebahagiaan lahir dan batin, tidak hanya dapat dibawakan  oleh orang normal semata, namun juga mampu dilakukan oleh para penyandang disabilitas. Seperti pada kegiatan lomba Utsawa Dharma Gita Penyandang Disabilitas sebagai salah satu partisipasi mereka  ikut serta dalam mewujudkan Visi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan Menuju Keharmonisan serta memeriahkan HUT ke-227 Kota Denpasar. Hal ini dilaksanakan dengan pelestarian, pengembangan, dan penguatan yang nantinya bermuara pada pembelajaran mental atau budipakerti menuju keharmonisan. Demikian disampaikan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka Utsawa Dharma Gita untuk Penyandang Disabilitas, Kamis 12 Februari 2015 bertempat di Wantilan Taman Budaya Art Centre Denpasar, yang ditandai dengan penyerahan piala bergilir Walikota Denpasar serta pemukulan gong. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, serta Camat se-Kota Denpasar,

Sementara Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar, I.G.A. Rai Anom Suradi  mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar serta rangkaian dari peringatan Hut ke-227 Kota Denpasar dengan melibatkan penyandang disabilitas. Sekarang setiap Hut memang memfokuskan kepada pelestarian budaya, dan ini merupakan kepedulian dari Walikota Denpasar melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja guna mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Denpasar. "Kita juga menginginkan agar para penyandang disabilitas  yang membutuhkan wahana serta media untuk suatu kebersamaan. Diajang inilah mereka bisa untuk metemuwirasa, megenduwirasa antar sesama disabilitas serta berbagi cerita dan pengalaman dalam ajang Utsawa Dharma Gita ini.  

Sementara Ketua Panitia yang juga penyandang disabilitas, Ketut Masir mengatakan kegiatan Utsawa Dharma Gita yang ke-9 kalinya diikuti oleh Kabupaten Gianyar, Tabanan, Buleleng, Kota Denpasar, Badung, Kelungkung, Negara, dan Karangasem. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari, dengan jumlah peserta sebanyak 54 peserta se-Bali yang nantinyan akan memperebutkan Piala dan Piagam serta Uang Pembinaan. Untuk Penilaian dalam kegiatan ini dipercayakan kepada 3 juri yangmana juri Pertama Bapak  Made Langgeng Buana,SAg beliau dari Widiasaba Kota Denpasar, juri Kedua Dra wayan karti beliau dari praktisi RRI Denpasar serta yang terakhir juri Ketiga DR. I Made Surada, M.A dari kalangan akademisi IHDN Denpasar. Keterbatasan tidak menjadi halangan dalam melaksanakan kreativitas seperti kegiatan Utsawa Dharma Gita, para penyandang Disabilitas di Kota Denpasar menurut Masir telah mampu bersinergi pada kegiatan budaya, seperti anak-anak tuna rungu menari, dan para penyandang tuna netra melakukan kegiatan seni tabuh. "Kami menginginkan para penyandang disabilitas walaupun kita beda organisasi, namun tetap satu misi, serta kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah memberikan bantuan dan fasilitas kepada kami dalam melakukan aktifitas dan kreativitas. 

Berita Terpopuler

Maklumat pelayanan
Maklumat pelayanan